jump to navigation

Nich Cara Membaca kode rantai May 24, 2013

Posted by orong-orong in diy, tips, Uncategorized.
Tags: , , , , , ,
trackback

Gambar

(kiri ke kanan) Pin, solid bushing, bushing biasa dan roller

OrongOrong.com

Hello sobat semua, dimanapun anda berada. Deretan angka yang ada pada kemasan atau kotak rantai roda wajib diketahui pemilik motor. Total barisan nomor ada 6 yang juga ada di pelat atas rantai. Itu kode rantai yang artinya panjang dan lebar. Ada juga kode huruf.
Sebagi pemilik motor, kita memang harus tahu arti kode itu agar tidak salah pakai rantai 

Biar gampang mari kita beda satu persatu gan 

Ambil contoh kode rantai 428-104.
Angka yang berada di depan atau angka 4 menunjukan jarak antar pin.
Pin bisa disebut selongsong yang menyambung antar pelat.
Satu angka paling depan ada cara hitungannya sendiri. Kalau di depan angka 4 berarti 4/8 inci. “Satuan inci dikonversi ke mm. Per delapan itu patokan internasional,” pasti Mahmud Rosid, ST, Engineering PT FSCM Manufacturing Indonesia (FMI), produsen rantai roda untuk semua merek motor di Indonesia.
Kalau dihitung, 1 inci sama dengan 25,4 mm. Berarti 4/8 x 25,4 mm yang hasilnya 12,5 mm. Jadi, rantai yang didepannya 4 jarak antar pinnya 12,5 mm.

Lanjut! Angka kedua dan ketiga punya arti jarak antar pelat dalam. Pelat dalam disebut juga inner plate yang posisinya tepat di bawah pelat atas. Kedua pelat ini bisa kelihatan langsung pakai mata. Angka 28 berarti jarak lebar pelat 7,94 mm. Angka itu didapat dari tabel standar rantai.
Setelah tiga angka di depan, ada lagi angka yang menunjukan panjang rantai. Angka 104 berarti panjang rantai 104 mata. Panjang rantai tidak punya satuan. Angka yang menunjukan panjang rantai berarti jumlah mata rantai tempat masuknya gigi-gigi gir belakang dan depan.

Selain angka, ada huruf di belakang tiga angka pertama. Misal, kode rantai 420SB-102, 428H-116, dan 520V-106. Huruf SB berarti solid bushing. Bushing bisa disebut juga as. Posisi bushing jadi tempat masuknya pin.
Solid bushing berarti bushing yang dibikin seperti pipa. Jenis bushing yang biasa seperti pelat ditekuk jadi seperti pipa. Huruf H artinya high tension yang perbedaannya di pelat bagian dalam.

Rantai dengan kode H berarti pelat dalamnnya lebih tebal dibanding rantai tanpa kode H. Karena pelat dalam lebih tebal. Rantai berkode H punya daya tahan minimum tarikan beban 2,1 ton, sedang kalau tanpa kode H minimum ketahanan tarikan bebannya 1,70 ton.
Artinya huruf V spesial. V tanda ada sil penahan gemuk. Silnya dinding luar bushing. Bushing dengan kode V termasuk kategori solid busing. Honda Tiger, Yamaha Scorpio dan Kawasaki Ninja 150 menggunakan jenis rantai dengan kode V.

Gambar

contoh pencantuman kode rantai pada permukaan rantai

Gambar

Rantai roda yang dikenal umumnya tipe 415, 420, 428, 428H dan 520

Gambar

Pastikan bentuk lubang dan sistim pengunci gir depan dan belakang bila ingin ganti gir set

Dulu, MOTOR Plus pernah bahas arti kode tipe mata rantai roda. Tujuannya agar dapat memahami fungsi dan tugas rantai, yang nantinya diharapkan tidak salah pilih ketika ingin ganti tipe rantai.
Apalagi ganti rantai roda masih erat hubungan dengan modifikasi. Seperti ganti ban lebih besar plus penambahan variasi berbobot besar, maka beban atau daya yang diteruskan rantai makin bertambah. Idealnya, spek rantai pun ikut menyesuaikan.
Bahkan ada juga yang ingin kejar bobot dan gesekan lebih ringan, sehingga dengan terpaksa spesifikasi rantai disesuaikan kebutuhan. “Seperti contoh di motor balap. Biasanya tunggangan ini pakai gir ringan yang dimensinya jelas lebih tipis dan ringan dari ukuran standar,” ujar Jeffry Sumendap, mekanik Abadi Motor yang biasa disapa Yongki.Adapun rantai roda yang dikenal saat ini, tipe ada 415, 420, 428, 428H dan 520. Seperti di Honda Supra X pakai ukuran 428 yang punya kekuatan tarik hingga 1,8 ton. Dan jika ada huruf ‘H’ di belakangnya, menurut tabel rantai kekuatannya bisa sampai 2,1 ton. Namun untuk tipe di bawah kode itu, sudah pasti lebih ringan dan sebaliknya.
Kode rantai juga ada artinya. Macam rantai tipe 420, angka 4 menyatakan jarak antar pin yang besarnya 4/8 x 25,4 mm = 12,7 mm. Lalu dua angka di belakang yaitu 20, menyatakan lebar antara pelat dalam kiri-kanan rantai. Dikonversi pakai tabel rantai, sama dengan 6,25 mm.

Sayangnya, hingga saat ini masih banyak konsumen enggan atau tidak paham soal spesifikasi rantai yang dipakai di motor. Mereka tahunya semua rantai bisa subtitusi alias dipakai ke semua gir tanpa ada masalah. Padahal banyak risikonya.
“Idealnya beli 1 set, yaitu gir berikut rantai. Kalau cuma rantai, kemungkinan besar tidak masuk ke mata gir. Tapi, kalau kebesaran, akan timbul suara berisik tak henti selama roda bergasing,” imbuh Yongki yang beralamat di Jl. Poncol Jaya, No. 9, Kuningan Barat, Jakarta Selatan.

Lain hal jika ada konsumen yang ingin comot rantai dari motor merek lain saat ingin ganti rantai. Kata Yongki, bagian penting yang perlu diperhatikan bukan cuma tipe, tapi juga jumlah mata rantai. Sebab jumlah mata rantai sangat berhubungan dengan panjang dimensi lengan ayun motor yang gir setnya dipakai.
Kalau kepanjangan masih bisa dipotong. Trus, dikunci deh pakai sambungan rantai yang kekuatannya tidak berkurang. Tapi, kalau kependekan, disambung pakai potongan rantai lain pastinya akan sangat berisiko. Soale, kekuatan pin penghubung mata rantai bakal tidak sekuat aslinya.

Dan yang tidak kalah penting bila adopsi satu set gir-rantai motor lain, lihat bentuk lubang dan sistem pengunci gir depan dan belakang. Pasalnya, untuk beberapa tipe motor bebek dan sport, ada beberapa pengunci yang model ring clip atau ring dibaut.
“Biasanya model ring clip dipakai pada gir depan motor tipe bebek keluaran merek Yamaha dan Suzuki. Sementara kalau bebek Honda ditambah ring penahan yang dibaut ke gir. Sedang kan untuk gir belakang, pastikan posisi lubang ke-4 bautnya tidak geser,” pesan Yongki.

sumber : (motorplus-online.com)

Baca juga sob ;

Comments»

1. macantua - May 24, 2013

Nyussss info bagus

orong-orong - May 24, 2013

sip kang, semoga berguna

macantua - May 24, 2013

sangat…. soalnya macan saya pake 428 sekarang sudah ga 520 lagi….jauh dari kata CAMRY

2. Blacketel - May 24, 2013

jadi tau Gan, begitu to asliny?

orong-orong - May 25, 2013

sepertinya gan

3. fnaufala - May 24, 2013

cuma paham ukurannya kang,,😀

nitip http://zrriders.wordpress.com/2013/05/24/bayi-ajaib/

orong-orong - May 25, 2013

siiiiiiiip

4. Erit07 - May 24, 2013

Mantepppp…

orong-orong - May 25, 2013

joss

5. dewa - May 25, 2013

terimakasih infonya

orong-orong - May 25, 2013

sama-sama gan

6. Mas Sayur - May 25, 2013

woooh..komplit..
baru tahu sejelas ini.. thank you,bro..
untunge saya pakai 428H… 🙂

orong-orong - May 25, 2013

siiiiiiiip, semoga bermanfaat

7. vixy182 - May 25, 2013

nais infoh bro…bru tau jadix…

orong-orong - May 25, 2013

sip gan

8. jofrin - May 27, 2013

kalo 428M artinya apa masbro???

orong-orong - May 28, 2013

sik tak gole’ane

jofrin - May 28, 2013

baca kodenya di rantai merek RK bawaan Byson awal🙂

9. Mengenal O ring pada rantai | OrongOrong.Com - February 25, 2016

[…] membaca-kode-rantai […]

10. Maling edan. motor di rantai saja di gondol juga | OrongOrong.Com - February 25, 2016

[…] membaca-kode-rantai […]

11. Nich alat pembersih rantai otomatis | OrongOrong.Com - February 25, 2016

[…] membaca-kode-rantai […]

12. Efektifkah rantai seperti ini? | OrongOrong.Com - February 25, 2016

[…] membaca-kode-rantai […]

13. Efektifkah rantai seperti ini? | OrongOrong.Com - February 25, 2016

[…] membaca-kode-rantai […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: