Waduh parah gan, anak belum berumur dah pada nyetir mobil sendiri

OrongOrong.com

nih beritanya:

Gambar

Jakarta – Kejadian seorang anak di bawah umur mengemudikan mobil di Gading Serpong tentunya memberikan dampak yang negatif. Disini faktor orang tua harus lebih tegas.

Menurut Kasubdit Penegakan Hukum (Gakum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono seseorang dinyatakan boleh mengendarai kendaraan roda 2 terutama roda 4 jika sudah memiliki umur yang cukup serta sudah dilengkapi dengan Surat Izin Mengemudi (SIM) A untuk maupun SIM C untuk sepeda motor.

“Menurut Undang-undang seseorang baru boleh menyetir itu kalau sudah umur 17 tahun dan dinyatakan lulus untuk memiliki SIM A atau C,” tegas AKBP Hindarsono saat dihubungi detikOto, Selasa (28/5/2013).

Tapi, lanjut Hindarsono bukan berarti seorang anak sudah berusia 17 tahun boleh mengendarai kendaraan, setelah berumur 17 tahun orang tua yang akan mengizinkan anaknya mengendarai kendaraan baik roda 2 ataupun roda 4 harus dibimbing untuk melakukan tes SIM.

“Setelah dites dan dinyatakan layak baik teori ataupun praktek maka dia baru bisa mendapatkan SIM itu. Kalau tidak lulus berarti kemampuannya masih kurang baik,” katanya.

Disini juga peran orang tua sangatlah penting, jangan anaknya belum memiliki SIM tapi sudah diberikan kebebasan untuk membawa mobil atau motor. Jika demikian maka tak bisa dipungkiri kalau kecelakaan lalu lintas akan terjadi.

“Kalau belum terampil dan dinyatakan bisa mengendarai motor atau mobil maka anak itu belum bisa mengendarai dengan baik. Itu yang berbahaya, selain untuk dirinya sendiri juga untuk orang lain” tandasnya.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menuturkan kepolisian harus bertindak tegas untuk menertibkan pembuatan SIM, dan jangan permudah pembuatan SIM seperti yang terjadi beberapa tahun belakangan ini sehingga cukup marak kecelakaan.

“Yang lebih penting penegakan hukum di jalan, karena proses hukum itu sepenuhnya ada di polisi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, jika ada peraturan baru ini jelas dan kepolisian memperketat pembuatan SIM maka bukan tidak mungkin kasus kecelakaan pada pengendara muda di jalan bisa ditekan. Pasalnya kewajiban membuat permohonan SIM A dan C dipersulit dengan adanya aturan tersebut.

Seperti yang dikatakan Psikolog UI Adriana Ginanjar, anak di bawah umur sejatinya memiliki tingkat emosional yang tidak terprediksi sehingga membahayakan dirinya dan opengguna jalan lainnya.

Sikap tersebut dinamakan impulsif dimana anak usia muda yang senantiasa unjuk gigi lewat cara mengemudi.

“Mereka impulsif, artinya melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang. Ketika meraka di jalan tidak aware. Mereka sendiri dari segi mental belum siap,” ucapnya.

ngenes tenan, rung nduwe mobil. wkwkwk

34 Comments

  1. biasanya kita mengajarkan anak menyetir ditempat sepi sambil diarahkan,kalau sudah mahir baru kita ajak kejalan raya,kita selalu mendampingi,mengarahkan,memang “melanggar”,tiap anak kemampuannya lain2,bagi yg kurang cerdas bisa tunggu dewasa,tapi ada yg cerdas diajari cepat bisa.cuma jangan dilepas sendiri.mungkin diFoto dikursi penumpang ada orang tuanya.

  2. 5rb dapet mobil plus sopir nya..gak percaya? coba aja anda di pinggir jalan,ntar ada mobil(mikrolet,angkutan,bus) di anter ke anda,anda di persilahkan masuk dan duduk manis..hihihii

  3. Bagus dong…. Krn si anak ada kemauan utk berusaha mau belajar dan si orang tuanya jg akan berpikir dgn otak si anak sudah mulai dewasa. Dgn belajar mobil minimal bisa meminimalkan luka ketimbang memakai motor yg kontak lgs ke badan.
    Disisi lain banyak jg anak yg blm cukup umur mengendarai motor tp orang kadang suka bilang hati2 atau alay atau ABG labil, dll, klo sudah spt ini namanya apa?? Kecemburuan sosial atau iri hati secara halus atau bgm??

      • # Pak Tarno #
        Pada kenyataan dlm kehidupan sehari2 pasti lebih tinggi/banyak tingkat kecemburuan sosial antara Bikers dan Drivers bukan? Terbukti dijalanan Bikers dijalanan selalu menonjolkan EGOIS dan AROGAN tp Drivers apa pernah berkelakuan spt Bikers? Blm hal2 yg lainnya yg tdk bisa ditulis krn sudah saking banyaknya.

  4. sebagian besar pengendara motor dan mobil orang tua yg ajarkan,masak urus SIM dulu baru boleh belajar/nyetir motor/mobil,kalau punya halaman 10Ha ndak perlu cari jalan sepi,sesepinya jalan tetap melanggar,tapi orangtua ndak mungkin ceroboh,kalau melepas mengendarai sendiri walau sudah ahli tanpa SIM,itu bahaya.

  5. klo liat di poto tuh mungkin anakx nyang punya mobil disuruh turun buat bayar bbm yg di beli. bukanx lngsg naek malah ngeliatin dispenserx premium takut g bener ngisix…(mungkin….analisa ngawur..hehehe)

  6. ane aja belajar nyetir mobil dari umur 13 tahun,tapi dulu waktu ane belajar nyetir mobil jalanannya masih lengang kalo sekarang dah rame banget apalagi pas pergi dan pulang kantor,jarak kantor dengan rumah pun jauh,bbm mau naik pula,bayar service mobil pula.*eh kok malah curhat*

  7. anak kecil g boleh bawa kendaraan sendiri karena dtakutkan mentalnya yg masih labil, biasana emosi yg duluan kluar sblm bpikir. tp yg tua jg kdng2 g dewasa jg c..buktina byk jg alay tua..cmiiw

  8. Menurut ane diusia dini pun tidak masalah gan, justru ttp perlu disokong bagi si anak, selama ttp ortu mengawasi, dan cara mendidik atitude berkendara. fyi, ane smp udah dilepas bawa mobil barang, tp baru bisa buat sim a sma kelas 2, dan diusia 22 udh dapet sim B, skr manfaatnya jasa ane sering dipake dan untuk jenis mobil apa saja kecil atw besar walupon bukan sebagai profesi tp cukup membatu buat tambah2an diwaktu senggang dan skaligus hati senang, kurang lebih rasanya sama spt turing naek motor 😀 , sama2 putus rante dimotor, dimobil putus sambungan gardan dll….. hahaha…

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*