Kenapa Kawasaki anak tirikan P200NS ya?

Gambar

Hai bro and sis sekalian, kalian semua pasti sudah tahukan produk merger kawasaki dan bajaj itu lho yang P200NS. mungkin banyak orang mengatakan bahwa kawasaki indonesia menganaktirikan P200NS, tetapi bila dipikir-pikir emang bener begitu keadaanya gan. coba saja tengok di website kawasaki belum nongol produk P200NS. padahal kan sudah dilounching guna membungkam hingar bingar NVL dan CBSF kemaren itu.

Akan tetapi sampai sekarangpun belum ada konsumen yang berhasil mengandangkannya samapai ke garasi rumahnya. menurut kabar dari bloger-bloger terkenal di indonesia katanya kawasaki merubah ukuran P200NS yang katanya ketinggian untuk pasar indonesia, ada juga yang bilang kwalitasnya harus setara dengan kwalitas KMI. beuh, begitulah permasalah bajaj supaya bisa merger dengan KMI.

Gambar

Tetapi apakah anda semua tahu bahwa kawasaki filipina malah memasarkan produk bajaj sendiri tanpa ada embel-embel bajajnya, resmi pakai nama kawasaki. bagaimana tidak pulsar series pakai nama kawasaki semua. kurang tahu juga kenapa alasannya. mungkin orang filipina tidak begitu jeli dengan hal ini atau apa juga gak tahu.

Lain lagi dengan Kawasaki di indonesia gan, ternyata merger bajaj dengan kawasaki berlangsung alot. entah tidak tahu juga alasannya, mungkinkah nama kawasaki di indonesia sudah tenar dalam permotoran di indonesia. jadi kawasaki bener-bener jeli dalam melempar produk ke pasar. karena kawasaki filipina sepertinya dengan mudah menjual produk bajaj langsung bahkan lebih banyak lagi dibanding dengan yang di indonesia cuma satu biji aja sangat diperhatikan sekali kwalitasnya.

mungkin selera orang indonesia lebih tinggi daripada orang filipina gan, jadi intinya kawasaki ingin konsumen indonesia bener-bener bisa mendapatkan produk sesuai standar KMI. bagaimana gan,  mungkin ada tambahan pencerahan dari para komengtator semua mohon di share pengalamannya. semoga berguna.

salam kebo putih

48 Comments

  1. keduaxxxx….pertamaxnya dah diambil pebroes wkwkwk…
    bebas berpendapat yah om…imo standar tiap negara berbeda beda, gitu juga dgn seleranya.
    apa yg dilakukan oleh filipina dan sukses blm tentu bakal sama nasibnya di indonesia.
    dari jejeran produknya aja dah bisa ditebak daya beli motorist filipino…spt om orong bilang gada ninja series alih2 Z800…
    flagship motor batangannya bajaj punya ya mgkin itulah maksimal daya beli orang sana.
    bisa jadi juga kalo nama bajaj sendiri yg muncul malah gak laku, mungkin loh yah, jd kawasaki berani pakai nama sendiri utk bajaj seriesnya.

    soal anak tiri…mmmm ane gak apal persisnya perjanjian KMI,KHI dgb bajaj, yg jelas tebakan ay sih kalo KMI bisa bargain utk menunda nunda penjualan PNS (apapun alasannya), bisa jadi posisi KMI cukup kuat, kalau gak kuat sdh lama PNS sliweran disini (bagaimanapun kualitasnya).
    seperti kita punya toko trus ada yg nitip jual, selama untungnya banyakan barang sendiri sih pst owner toko bakal menganaktirikan barang titipannya.

    just my 2 sickles

  2. kwalitas Bajaj kan ndak jelek2 amat(pembeli Bajaj rata2 cukup puas),kelihatannya Kawasaki cuma males ngurusi,mungkin sumberdaya terbatas/terkuras ngurusi produk sendiri yg cukup sukses.mau batalin terlanjur malu.

  3. yg anak kandung Ninja 250 Fi saja quality control sudah kecolongan. makanya untuk anak angkat standarnya lebih keras. lebih baik ga beredar, daripada beredar tapi bermasalah dan membuat brand image jadi jatuh.

    Kalau takut PNS memakan market sendiri, ada kemungkinan, tapi agak kecil menurut saya. para die harder/fanatik 2 tak 150 cc engga mudah pindah, apalagi ternyata power PNS beda jauh dengan iklan dan KTM 200, iklannya 25, kenyataanya hanya 18 HP. Versi 200 cc 4 tak punyanya Kawasaki? belum ada perbandingannya di pasar global.

    Sementara marketnya 250 sudah established.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*