Motor dengan part racing perlukah?

Image

Hai bro and sis sekalian, apa kabarnya? semoga dalam keadaan baik-baik saja. Ide / imajinasi seseorang memang tak terbatas. Ada banyak sekali ide-ide nyeleneh orang dalam memodifikasi motornya hingga tidak menyerupai motor normalnya.

Ada tetangga ane yang baru beli motor baru 2 hari langsung diprotolin semua bodynya dan jadi trondol. Itu untuk bentuk motor sendiri nah kalau dari performa ya kurang tahu. Ada pertanyaan nich. Anda beli motor untuk apa ya kira-kira?

a. untuk transportasi bekerja / mencari rejeki

b. untuk nampang doank ( gaya-gayan )

c. untuk balapan

d. untuk koleksi

Nah dari kesemuanya itu mana pilihanmu sesungguhnya cuma anda sendiri yang tahu. Sebenarnya memodif motor itu di disalahkan asal sesuai dengan tujuan awal, yakni mencari bentuk / performa yang sesuai dengan keinginan. Banyak motor yang dipakai harian namun menggunakan part racing biasanya orang yang masih kurang puas dengan performa motornya sendiri.

Dalam hal ini memang wajar sich kalau si empunya punya duit lebih ya silahkan, namun perlukah jika hanya untuk harian saja memakai part racing? Biasanya pasrt racing itu akan membuat motor jadi lebih kencang dari standartnya tapi jangan lupa bahan bakar akan lebih boros dan satu lagi mesin motor anda tidak akan awet dibanding motor standart biasa ( apalagi standart tengah ).

Wong semua motor itu telah di sesuaikan dan di perhitungkan oleh para insinyur pabrikan kok masih saja di otak atik kalau cuma untuk harian. tapi silahkan kalau untuk balap ( tapi jangan dijalan raya ya ). nah kalau itu wajib pakai part racing. tau sendirilah motor balap itu dipakai berapa kali sich, setelah itu juga jebol juga.

Namun bila ingin mesin motor anda awet ya, jangan neko-nekolah dengan standart pabrik saja rutin ganti oli dan servis aja ane yakin akan awet dan kalau dijual lagi pasti lebih mahal dari yang tidak standart itu. jadi sia-sia saja kalau motor harian pakai part racing itu menurut ane.

silahkan di seruduk

Image

salam kebo putih

38 Comments

  1. to be honest, part racing itu ga perlu, bahkan kadang merugikan…
    tapi klo udah keracunan, ya pasti dibeli.
    perbandingannya ya sama aja kaya rokok, semakin ente keracunan, semakin ga bisa lepas dari rokok πŸ™‚

  2. Saya setuju dg pernyataan kalau motor standar pabrik sudah sesuai dg peruntukan di jalan, tetapi dg harga yang rasional juga. Untuk part racing jika menunjang performa, efisiensi, dan safety seperti filter udara yg mengurangi hambatan, velg jari besi yg berat diganti dg almu yg ringan, ban yg licin saat hujan diganti dg yg lebih baik, part kelistrikan yg memperbesar dan memperbagus pembakaran. imo justru itu baik diterapkan.

  3. Motor standar pabrikan rata rata diset hanya 70% dari kemampuan terbaiknya, 100% mungkin untuk race, cukup naekin potensinya 10-15% aja…
    Semua modif tergantung view dan tujuan si pemodifnya sendiri.
    Ban standar bagus? bagus dan cukup buat harian, ekpektasi lebih? ganti.
    Filter udara standar cukup? ya cukup buat harian, ekpektasi lebih? ganti.
    Knalpot standar cukup? ya cukup aja, ingin lebih? ganti …
    dst dst…
    Kalau ay sih modif gak neko neko banyak untuk sisi penampilan, cukup enak dilihat dan rata rata lari ke performa yang lebih baik aja dari standarnya. Bodi kental aura racingnya tapi diajak lari ogah? wahhh bukan tipe ay banget kekekek…. apalagi mesin dah kenceng tapi gak bisa berenti…nehi nehi…
    http://kobayogas.com/2013/12/26/krisis-identitas/

  4. mending part standart tapi di optimalkan fungsinya, lagian kalo buat harian part racing kebanyakan malah ga awet! Tapi harus bisa bedain mana part racing, mana part high performance. Optimalkan perawatan, itu yang terbaik! Salute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*