Ancaman untuk waria ( bencong ) dalam islam

waria

OrongOrong.com

Akhir-akhir ini acara ditelevisi banyak sekali di isi oleh acara yang tidak mendidik sama sekali. dengan kehadiran laki-laki yang berpura-pura jadi wanita eh waria ini yang tambah membuat acara semakin tidak menarik lagi menurut ane. nah ini ada beberapa ancaman bagi yang suka jadi waria.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma dia berkata:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang meyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari no. 5885)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Daud no. 4098)
‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَةَ مِنْ النِّسَاءِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat wanita-wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Abu Daud no. 4099)

Penjelasan ringkas:
Allah Ta’ala berfirman:
وليس الذكر كالأنثى
“Dan laki-laki tidaklah sama dengan wanita.” (QS. Ali Imran: 36)
Ini merupakan ketatapan kauni dari Allah Ta’ala, bahwa lelaki tidaklah sama dengan wanita dan wanita tidaklah sama dengan lelaki. Karenanya wajib atas setiap muslim dan muslimah untuk beriman kepada ayat ini dengan cara meyakini adanya sisi-sisi perbedaan antara lelaki dan wanita. Dan Allah Ta’ala menetapkan yang demikian karena memang Allah Ta’ala telah menjadikan jenis lelaki lebih utama daripada jenis wanita, dan hanya milik Allah semua penciptaan dan urusan.

Di antara perkara-perkara yang Allah lebihkan lelaki di atas wanita adalah:
a.    Lelaki merupakan pengayom dan pelindung bagi wanita, karena kelebihan mereka dari sisi jasad dan kemampuan untuk mencari penghidupan. Allah Ta’ala berfirman:
الرجال قَوَّامونَ على النسَاء بِما فضَّل اللهُ بعضهمْ على بعضٍ وبِما أنفقوا مِن أمْوالهم
“Kaum lelaki adalah penegak bagi kaum wanita, karena Allah telah memberikan keutamaan kepada sebagian mereka (lelaki) atas sebagian lainnya (wanita), dan karena mereka (lelaki) memberikan nafkah dari harta-harta mereka.” (QS. An-Nisa`: 34)
b.    Kenabian dan kerasulan tidak diberikan kecuali pada lelaki. Allah Ta’ala berfirman:
وما أرسلنا من قبلك إلا رجالاً نوحي إليهم
“Dan Kami tidak pernah mengutus seorang pun sebelummu (wahai Muhammad) kecuali lelaki yang kami berikan wahyu kepada mereka.” (QS. Yusuf: 109)
Para ulama tafsir menerangkan bahwa maknanya adalah: Allah tidak pernah mengutus nabi dari kalangan wanita, tidak pula dari kalangan malaikat, tidak pula jin, dan tidak pula badui.
c.    Kepemimpinan yang bersifat umum dan juga perwalian (misalnya wali nikah) adalah hak lelaki dan bukan wanita.
d.    Lelaki mendapatkan lebih banyak ibadah yang bisa dikerjakan daripada wanita, seperti misalnya shalat jumat dan jihad.
e.    Wanita senilai dengan setengah lelaki dalam hal warisan, diyat, persaksian, dan semacamnya.
Karenanya Allah Ta’ala berfirman:
وللرجال عليهن درجة والله عزيز حكيم
“Dan kaum lelaki berada di atas mereka (kaum wanita) beberapa derajat. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 228)

Dan demikian pula sebaliknya, Allah Ta’ala telah menetapkan ketetapan yang terkhusus untuk wanita, baik ketetapan yang bersifat kauni (penciptaan asal) maupun penetepan yang bersifat syar’i.

Karenanya setiap muslim dan muslimah harus membatasi diri-diri mereka pada apa yang Pencipta mereka telah tetapkan mereka di atasnya. Dan janganlah mereka melampaui batas dari kedudukan dan posisi mereka masing-masing sehingga mereka melanggar dan menghina hikmah Allah yang Maha Bijaksana.

Termasuk dari melanggar ketetapan Allah dalam pembedaan antara lelaki dan wanita, serta di antara bentuk menghina hikmah Allah yang mendalam, adalah munculnya kaum yang sudah tidak berada di atas asal penciptaan mereka. Mereka merubah-rubah asal penciptaan mereka, padahal mereka telah dilarang darinya. Mereka adalah kaum bencong dan waria yang tidak beriman kepada ketatapan Allah dan menghina hikmah Allah atas penciptaan-Nya. Sungguh para bencong dan waria ini telah melanggar firman Allah Ta’ala:
ولا تتمنوا مَا فضَّل الله به بعضكم على بعض
“Dan janganlah kalian berangan-angan untuk mendapatkan keutamaan yang Allah berikan kepada sebagian yang lain (dan tidak Dia berikan kepada kalian).” (QS. An-Nisa`: 32)
Abu Ja’far Ath-Thabari rahimahullah berkata dalam tafsirnya, “Disebutkan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan sekelompok wanita yang mengangan-angankan kedudukan kaum lelaki, agar mereka juga mendapatkan apa yang didapatkan oleh lelaki. Maka Allah melarang hamba-hambaNya untuk mengangan-angankan kebatilan dan memerintahkan mereka untuk meminta keutamaan dari-Nya.”
Jika wanita dilarang untuk mengangan-angankan posisi lelaki maka demikian pula dilarang bagi lelaki untuk mengangan-angankan posisi wanita, karena sebab larangannya sama yaitu amalan tersebut bertentangan dengan hikmah dan ketetapan yang Allah tetapkan. Dan jika sekedar berangan-angan saja sudah dilarang, maka bagaimana lagi jika diwujudkan dalam bentuk amalan, seperti penampilan luar, berpakaian, cara berjalan, cara berbicara, dan seterusnya. Baik dikerjakan secara serius maupun hanya sekedar bercanda. Baik sifatnya terus-menerus maupun sifatnya hanya sementara.

semoga berguna, silahkan diseruduk

sumber ; di sini

Lelaki-Sejati-Taat-Beribadah

salam kebo putih

77 Comments

  1. 4 Hal yang dilarang dalam islam mengenai penyerupaan :
    1. menyerupai lawan jenis
    2. menyerupai syetan, misalnya makan dg tangan kiri, memakan kotoran, dll
    3. menyerupai hewan misalnya sujud menyerupai anjing dg siku menyentuh lantai, bersenggama melalui dubur, dll
    4. menyerupai orang kafir dalam hal peribadatan mereka.

  2. kecuali banci tulen atau memiliki dua alat kelamin. mereka memiliki ketetapan hukum dlm ilmu fiqih. dan keberadaan mereka itu sangatlah jarang.

    lain hal banci jadi2an yg muncul di tv. jelas itu sangat dilarang agama. keburukan mereka gak ada bedanya dgn yg dilakukan kaum Luth terdahulu.

  3. hidup di jaman modern dan tuntutan jaman kadang membuat orang lupa akan kodratnya lupa akan posisi dirinya….. Tingkat keimanan lah yg bisa mencegah agar kita tdak melewati apa” yg tlah menjadi ketetapanNYA…. Moga mreka” yg demikian dibukakan pintu hatinya dan mendapat hidayah DariNYA amin….. 🙂

  4. artikel ini sebenernya bagus, lengkap dengan ayat-ayat.
    sayangnya dikotori dengan gaambar “bonus” yg kurang sinkron dengan ayat-ayat suci.

  5. Ada lagi cak,di acara tv2,cowok cewek pada cium2an..padahal di tonton ribuan org,kudu di berangus itu cak,gak mendidik belas.padahal mereka juga bragama islam..kudu di ingetin itu cak!

  6. Saya setuju, tp redaktur/penanggung jawab content acra dan pemegang kebijakan penyiaran dipegang sm yg non, disaat sampeyan bilang hak dan kedudukan antara laki2 dan perempuan ada batasnya disaat itu pula tv sangat getol menyuarakan persamaan gender dan kebebasan berekspresi. Saat roma irama mengingatkan inul, dia langsung di bully habis2an. Ustad yg berbicara tegas sesuai ajaran islam, akan dianggap garis keras dan sulit tampil di TV. Karena yg ingin diciptakan adalah kehidupan yg serba boleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*