Membuat sirkuit bertaraf internasional perlu perkiraan yang matang

Gambar

OrongOrong.com

Hai bro and sis sekalian, apa kabarnya? semoga dalam keadaan baik-baik saja. Mengingat tentang mundurnya yamaha R15 dari IRS di ajang nasional memang menjadi kabar yang tidak sedap. Keinginan pertarungan antara 3 pabrikan jepang yang berbeda sangat di tunggu oleh para pecinta otomotif nasional. Karena alasan sirkuit yang tidak memadai / kurang safety maka yamaha mengurungkan niatnya untuk turun di kelas IRS sport 150cc. Kini hanya akan di ikuti suzuki dan honda.

Nah ngomong-ngomong sirkuit yang pantas untuk menggelar IRS sport 150cc adalah sentul dan binaung, kedua sirkuit ini memang sudah sesuai standar nasional bahkan sentul dulu standar internasional. Sekarang jauh dari standart internasional sesuai standar FIM. jika berbicara kenapa kok di setiap daerah tidak membuat sirkuit yang bertaraf minimal nasional, yuph karena berbagai alasan yang membuat suatu daerah berani membuat sirkuit bertaraf nasional. Saya selaku orang yang bekerja di konsultan perencanaan Arsitektur dan juga management konstruksi ( MK ) menganggap lumrahlah jika suatu daerah membuat sirkuit bertaraf nasioanl seperti yang ada di balik papan.

Sirkuit yang ada di balik papan memang bertaraf internasional karena kantor ane sendiri yang jadi MK, bila ingin melihat lebih detailnya sudah di jelaskan oleh rec303. Pembangunanya tidak sedikit, menghabiskan dana kurang lebih 20 miliar rupiah saja. opo gak ngowoh tenan duit sebanyak itu seperti apa. yang jelas daerah balik papan itu termasuk daerah yang kaya dan pendapatan daerahnya tergolong tinggi. Dan dalam pembangunanya juga memakan waktu yang tidak sedikit ( lama ). Bagaimana tidak wong sebelum itu kota balikpapan sudah membangun stadion bertaraf internasional yang menghabisakan dana 1 triliun rupiah dan kantor ane sebagai konsultan perencananya.

Namun semua itu mungkin sudah di perhitungkan oleh pemerintahan balikpapan karena sudah berinvestasi sebanyak itu. Contoh membangun sirkuit pasti dengan tujuan pariwisata akan naik dan pemasukan daerah juga naik. namun bila sirkuit tidak di gunakan maka pemerintahan akan mengalami kerugian karena sirkuit juga butuh perawatan bila tidak ingin rusak. Jadi semua juga tergantung dari FIM sendiri kalau sering mengadakan acara balapan maka kemungkinan akan mendapat pemasukan.

Jika tidak ada kegiatan ya dipastikan pemerintah tersebut jadi rugi karena terus melakukan perawatan yang tidak sedikit. jadi perlu adanya pembicaraan antara penyelenggara balapan indonesia dengan pihak terkait sirkuit  pemerintah lokal. Jadi tidak semudah itu membuat sirkuit bertaraf nasional. silahkan di seruduk

Gambar

salam kebo putih

23 Comments

6 Trackbacks / Pingbacks

  1. Akhirnya Indonesia bisa menggelar motogp tahun 2017 | OrongOrong.Com
  2. Sepang, tujuan motogp lovers indonesia | OrongOrong.Com
  3. Kapan pabrikan membantu moda transportasi indonesia? | OrongOrong.Com
  4. Indonesia butuh sirkuit bertaraf motogp, mungkin ini bisa membantu | OrongOrong.Com
  5. Dorna bidik indonesia supaya bisa gelara motogp | OrongOrong.Com
  6. SCB TT, Sirkuit baru Jakarta | OrongOrong.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*