jump to navigation

Begini cara eksekusi terpidana mati kasus narkoba January 16, 2015

Posted by orong-orong in kriminal.
Tags: , , , , , ,
trackback

tembak mati

OrongOrong.com

Hello sobat semua, dimanapun anda berada. Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya akan melaksanakan eksekusi 6 terpidana mati pada 18 Januari 2015. Mereka merupakan terpidana kasus narkotika yang telah ditolak grasinya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dari 6 terpidana mati itu, 1 di antaranya merupakan seorang wanita berkewarganegaraan Indonesia. Nantinya eksekusi akan dilakukan di 2 lokasi secara serempak. 5 terpidana dieksekusi di Nusakambangan, 1 terpidana di Boyolali.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan bahwa para terpidana itu telah diberitahu mengenai pelaksanaan eksekusi mati pada tanggal 14 Januari 2015. Eks Jampidum itu juga menegaskan bahwa pelaksanaan eksekusi mati ini merupakan gelombang pertama dan segera ada gelombang berikutnya.

“Sementara tanggal 14 (Januari) kemarin pada mereka sudah diberitahu rencana ini dan itu adalah sesuai dengan ketentuan perundangan disebutkan tadi bahwa 3 hari sebelum hari H untuk mempersiapkan mental dan untuk mendengar permintaan terakhir disampaikan kita,” ucap Prasetyo di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2015).

Berikut daftar nama keenam terpidana yang akan dieksekusi:

1. Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brazil)
2. Namaona Denis (WN Malawi)
3. Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria)
4. Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WN Belanda)
5. Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam)
6. Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI)

Lalu bagaimana sebenarnya pelaksanaan eksekusi mati terhadap keenam terpidana tersebut. Berikut persiapan dan pelaksanaan hukuman mati ‎seperti dikutip dari berbagai sumber dan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

Dasar: Pasal 66 KUHP

‘Pidana mati merupakan pidana pokok yang bersifat khusus dan selalu diancamkan secara alternative,’

Hukuman atau pidana mati diatur dalam Pasal 11 jo Pasal 10 KUHP dan UU no 2/Pnps/1964

Persiapan hukuman mati

1. Pidana mati dilaksanakan di suatu tempat di daerah hukum pengadilan yang menjatuhkan putusan dalam tingkat pertama (Pengadilan Negeri) dan dilaksanakan tidak di muka umum dan dengan cara sesederhana mungkin, kecuali ditetapkan lain oleh Presiden.

2. Pidana mati yang dijatuhkan atas beberapa orang di dalam satu putusan perkara dilaksanakan secara serempak pada waktu dan tempat yang sama kecuali ditentukan lain.

3. Dengan masukan dari jaksa, Kapolda di mana Pengadilan Negeri tersebut berada menentukan waktu dan tempat pelaksanaan pidana mati.

4. Untuk pelaksanaan pidana mati, Kapolda membentuk sebuah regu penembak yang terdiri dari seorang Bintara, 12 orang Tamtama, di bawah pimpinan seorang Perwira, semuanya dari Brigade Mobile (Brimob). Selama pelaksanaan pidana mati, mereka dibawah perintah jaksa.

5. Menunggu pelaksanaan pidana mati, terpidana ditahan dalam penjara atau tempat lain yang khusus ditunjuk oleh jaksa.

6. 3 kali 24 jam sebelum pelaksanaan pidana mati, jaksa memberitahukan kepada terpidana tentang akan dilaksanakannya pidana mati tersebut.

7. Apabila terpidana hendak mengemukakan sesuatu (keinginan atau pesan terakhir) maka dapat disampaikan kepada jaksa tersebut.

8. Apabila terpidana hamil, maka pelaksanaan pidana mati baru dapat dilaksanakan 40 hari setelah anaknya dilahirkan.

Pelaksanaan pidana mati

1. Terpidana dibawa ke tempat pelaksanaan pidana dengan pengawalan polisi yang cukup.
2. Jika diminta, terpidana dapat disertai oleh seorang perawat rohani.

3. Terpidana berpakaian sederhana dan tertib, biasanya dengan pakaian yang sudah disediakan di mana ada sasaran target di baju tersebut (di jantung).

4. Setibanya di tempat pelaksanaan pidana mati, komandan pengawal menutup mata si terpidana dengan sehelai kain kecuali jika terpidana tidak menghendakinya.

5. Terpidana dapat menjalani pidananya secara berdiri, duduk atau berlutut. Jika dipandang perlu, terpidana dapat diikat tangan serta kakinya ataupun diikat kepada sandaran yang khusus dibuat untuk itu, misalnya diikat pada tiang atau kursi.

6. Setelah terpidana sudah berada dalam posisinya, maka regu penembak dengan senjata sudah terisi menuju ke tempat yang ditentukan. Jarak antara terpidana dengan regu penembak antara 5 sampai 10 meter.

7. Apabila semua persiapan telah selesai, maka jaksa memerintahkan untuk memulai pelaksanaan pidana mati.

8. Dengan menggunakan pedangnya sebagai isyarat, komandan regu penembak memberikan perintah supaya bersiap kemudian dengan menggerakkan pedangnya ke atas, dia memerintahkan regunya untuk membidik pada jantung terpidana dan dengan menyentakkan pedangnya ke bawah secara cepat, dia memberikan perintah untuk menembak.

9. Apabila masih terlihat tanda-tanda kehidupan, maka komandan regu segera memerintahkan kepada Bintara regu penembak untuk menembak terpidana menggunakan pistol tepat di atas telinga terpidana. Kemudian dokter memeriksa terpidana untuk memastikan kematiannya.

sumber ; detik.com

Comments»

1. macantua - January 16, 2015
2. PotretBikers - January 16, 2015
3. Marnu Triono - January 16, 2015
4. Alki Rahmatullah - January 16, 2015

Mending om,daripada dikuliti sampai mati kayak yang pas perang dulu2,lebih ngeri😦

Review MDS Pro Rider Helmet

https://alkirahmatullah.wordpress.com/2015/01/16/review-mds-pro-rider-helmetmau-keren-gak-harus-mahal-bro/

5. anangcozz - January 16, 2015

hiiii…gak bisa bayangin…ngerinya

6. chakim92 - January 16, 2015
7. adityaprad - January 16, 2015
8. giripur - January 16, 2015
9. dee - January 16, 2015

Kejam sih…tp memang itulah ganjarannya…maka berpikirlah sebelum bertindak

10. goldwings - January 16, 2015

Menahan nafas…

11. giripur - January 17, 2015
12. Mase - January 17, 2015

Kapok

13. sissyanda - February 19, 2015

semua a dilakukan secara hormat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: