Kenapa pembalap indonesia sulit menembus motogp? ini alasanya

rafid topan 1

OrongOrong.com

hello sobat semua, dimanapun anda berada. Sudah lama tidak menulis bingung mau mulai dari mana nich karena seminggu ini blog libur dan tidak di update. Ya sudah mari kita bahas tentang para pembalap indonesia yang bertalenta namun sulit menembus ajang kelas paling bergengsi yakni motogp. Kita tahu bahwa di ajang motogp tidak ada pembalap berasal dari indonesia untuk tahun ini karena tahun kemaren masih ada pembalap indonesia yakni Doni tata pradipta dan juga rafid topan yang hanya mengikuti kelas moto2 saja. dan kini kedua pembalap ini hilang dari peredaran ajang tersebut. Lantas apa alasan pembalap indonesia sulit menembus motogp? ini dia alasanya sob ;

“Secara antusias dan harapan jika MotoGP 2017 dapat dilaksanakan di Indonesia tentu sangat baik. Sebab, animo masyarakat terhadap aktivitas ini nyatanya sangat besar,” kata Senior manager‎ Safety Riding & Motor Sports, Anggono Iriawan‎, kepada detikSport.

“MotoGP adalah puncak kejuaraan balap motor. Bagi AHRT sebagai tim tentunya dengan skema pembinaan yang berjalan sekarang dapat mewujudkan harapan anak Indonesia untuk mengikuti World Grand Prix dengan kompetisi serta dapat mengharumkan nama banga di kancah internasional,” lanjutnya.

rafid topan

Saat ini memang tidak ada pembalap indonesia yang ikut ajang motogp bahkan anak binaan dari AHRT Racing sekalipun dan alasan utama dari sulitnya pembalap indonesia yakni Perbedaan budaya dan individu pembalap itu sendiri.

“Dari 18 seri MotoGP, 12 seri diantaranya ada di benua Eropa. Dari 12 seri itu pula empat diantaranya digelar di Spanyol. Jadi secara budaya alam komunikasi, pengetahuan teknologi atau motor sirkuit harus bisa beradaptasi dengan mereka. Artinya pebalap tidak cukup hanya potensi dan talenta saja, tetapi harus terbiasa dengan atmosfer iklim kompetisi di sana,” Anggono menambahkan.

Namun AHM mempunyai cara agar para pembalap indonesia tidak tertinggal jauh dari negara-negara penguasa motogp dengan membawa para pembalapnya ke ajang Cev Spanish moto3. Dengan begitu pembalap binaan AHM bisa belajar banyak di ajang tersebut.

“Seperti Andi Gilang Farid Izdihar dan Dimas Ekky Pratama, ikut CEV Spanish Moto3 dan Moto2.”

Nah lantas bagaimana target dari AHM apakah terus berjuang membawa pembalapnya ke ajang yang lebih tinggi lagi atau cukup sampai di situ begini jawaban dari pak anggono ;

“Balik lagi Astra Honda menyiapkan tangganya, nanti rider yang akan menjawab dengan kemampuan balap mencapai titik itu.”. ‎

“Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Honda Motor dan HRC Jepang. Sebab, target kami bukan wild card tapi sebagai peserta reguler,” tutup Anggono.

Nah jadi kita tahukan bagaimana cara AHM mendidik anak asuhnya untuk berlaga di ajang internasional, untuk spekulasinya sich tergantung dari prestasi para pembalapnya sendiri apakah ada yang meliriknya untuk ikut bersama tim nya.

sumber ; detiksport

22 Comments

  1. mestinya kalo niatnya mendidik agar jadi peserta reguler, dan terbiasa dengan atmosfer kompetisi, ya ikutan dari awal yaitu kelas 125cc. Dan harus berkelanjutan, ga cuman 1-2 pembalap terus udahan

  2. Mau punya penghasilan 1juta per hari nih ikutan gabung disini PT.UNIOMFAM AZARIA BERJAYA
    membuka lowongan kerja dalam bidang marketing online bisnis ini dikerjakan full secara online. Gaji kita transfer via Rekening kamu 1 juta sekali jual produk myazaria
    Ayo Buruang Ambil Kesempatan ini Karena Hanya menerima 200 orang pertama di seluruh indonesia
    Info silakan hubungi
    Wa 081271445985
    Pin BB D464A286

1 Trackback / Pingback

  1. SCB TT, Sirkuit baru Jakarta | OrongOrong.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*