jump to navigation

Cara membedakan aki basah dan kering dan juga cara perawatanya August 27, 2016

Posted by orongorong in : tips , trackback

aki kering vs aki basah

OrongOrong.com

Hello sobat semua, dimanapun anda berada. Aki adalah salah satu sumber energi dan juga sebagai penyimpan energi listrik pada kendaraan, Aki merupakan piranti yang sangat fatal sekali dalam dunia otomotif. Bayangkan saja jika kendaraan tidak ada aki apakah bisa di nyalakan? kalau kendaraan jaman dahulu sih memang ada yang bisa di nyalakan tanpa ada aki. Nah kali ini akan saya bahas mengenai perbedaan aki kering dan aki basah, kira-kira apa perbedaanya ya?

Aki kering dan aki basah perbedaanya hanya pada bentuk elektroda nya, dimana elektroda pada aki kering bentuknya gel elektroda sedangkan pada aki basah elektrodanya berbentuk cair ( cairan ). Ya sudah langsung saja nich penjelasan aki kering dan aki basah ;

Aki Keringaki kering

Seiring kemajuan teknologi, membuat aki jenis ini banyak dipilih oleh banyak pabrikan otomotif. Karena saat ini banyak kendaraan bermotor yang menggunakan sistem “fuel injection”, motor jenis ini membutuhkan daya listrik yang lebih kuat dan juga stabil. Aki yang biasa di sebut aki MF (Maintenance Free) ini menggunakan gel elektroda sehingga ketika dalam kondisi cuaca dan suhu panas sekalipun, aki jenis ini lebih minim penguapannya dibanding aki basah. Jadi penggunaannya lebih tahan lama serta lebih praktis, selain itu aki kering juga minim perawatan, karena kita tidak harus selalu mengecek kondisi air elektroda yang ada pada aki ini. Aki ini cenderung sekali pakai, jadi jika daya sudah habis, aki tidak bisa di cas, jadi harus di ganti baru. Meskipun demikian aki kering juga harus diberikan perawatan agar lebih tahan lama. Cara perawatan aki kering:

Aki Basahaki basah

Aki basah atau aki konvensional sudah lama digunakan pada kendaraan motor, dan aki jenis ini sangatlah umum dipasaran. Aki basah menggunakan Elektroda berbentuk cair (air), sehingga aki jenis ini lebih cepat mengalami penguapan. Jadi kita harus melakukan pengecekan rutin terhadap ketinggian air elektrodanya, selain itu aki basah harus berposisi tegak. Karena jika miring sedikit atau terkena banyak guncangan, air akinya lebih mudah tumpah dan dapat menyebabkan beberapa komponen di sekitarnya jadi berkarat. Tanda aki basah mengalami kerusakan berat, yaitu ketika aki sudah tidak mau menampung daya listrik lagi. Contohnya ketika kita isi ulang dan cas aki tersebut, namun aki tetap tidak bisa berfungsi secara normal. Dibalik itu semua aki basah dapat diisi ulang dan digunakan berkali-kali, tapi perlu perawatan yang ekstra. Cara perawatan aki basah:

Kesimpulan

 Aki Kering

 Aki Basah

  • Menggunakan elektroda berbentuk Gel
  • Lebih minim perawatan
  • Disuhu panas, lebih minim penguapan (lebih awet daya)
  • Tidak bisa diisi ulang/jika elektroda habis maka aki harus ganti baru
  • Harga lebih mahal
  • Menggunakan elektroda cair
  • Perawatan lebih ribet
  • Disuhu panas lebih cepat menguap (air lebih cepat habis)
  • Bisa digunakan berkali-kali/dan juga diisi ulang
  • Jika perawatan benar, aki basah bisa lebih awet
  • Harga murah dan mudah ditemukan

Nah seperti itulah perbedaan aki kering dengan aki basah, memang masing-masing aki mempunyai keunggulan masing-masing namun kebanyakan orang dan juga pabrikan lebih memilih aki kering dengan maksud tidak banyak perawatan. Monggo pilih mau aki kering atau basah?

semoga bermanfaat

source ; here

space for ads

%d bloggers like this: