jump to navigation

Kadang di salahkan walau benar October 5, 2016

Posted by orong-orong in lakalantas.
Tags:
trackback

menerobos-jalur-busway

OrongOrong.com

Hello sobat semua, dimanapun anda berada. Ini sedikit cerita pengalaman berkendara di kota besar jakarta yang semakin hari semakin semrawut saja karena ya ulah dari mereka sendiri sebagai pengguna jalan yang tidak tertib terhadap aturan. Cerita ini langsung saya tulis mengingat kalau menunggu nanti-nanti maka bakalan akan lupa karena kepadatan pekerjaan, ya sudah mumpung lagi panas menggebu-gebu langsung saja di draft kemudian publish.

penerobos-jalur-transjakarta

Cerita pertama, di acungin jari tengah

Kejadian pertama ini sering kali terjadi di persimpangan antara jalur biasa dengan jalur tansjakarta ( busway ) dimana setahu saya yang sangat awam ini kalau jalur trans jakarta itu tidak boleh di lalui kendaraan umum entah itu mobil pribadi atau sepeda motor sekalipun. Saya jalurnya mau ke kanan jelas akan memotong jalur trans jakarta yang sudah di padati oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan bangganya memakai jalur tersebut. Bagi saya oke lah kalau kalaian melanggar tapi ya dahulukan yang benar dulu seperti saya ini karena sudah lampu hijau ya langsung belok ke kanan. Dan apa yang terjadi para pelanggar yang melintas di jalur transjakarta tadi juga tidak mau kalah langsung serobot juga dan bikin jalur stuck ( berhenti ), Alhasil saya klakson dong wong bikin macet dah tahu salah malah berani.

Tidak berhenti sampai di situ karena setelah orang yang saya klakson tadi terlepas dari jalur ruwet tadi maka sambil menoleh ke belakang dan sambil mengacungkan jari tengah ke saya. Saya pun hanya bersorak Huuuuuuuuu ……………….. terus langsung kabur. Orang macam ini sebenarnya kurang perhatian atau apa sudah tahu salah kok malah nantangin seperti itu coba kalau berhenti tak ajak ngopi sambil di briefing kalau perlu sama pak polisi. Tapi ya gak mungkin orang pengecut seperti ini juga tidak mau di kasih tahu dan merasa sok benar, padahal orangnya masih muda. Bagiku ya sudahlah semoga saja orang seperti ini selamat sampai tujuan untuk mencari nafkah.

Kadang dalam hati merasa ” Kok jadi serasa saya yang salah ya, Padahal saya kan mencoba menaati peraturan saja ” Yang melanggar dengan bangganya memperlihatkan keangkuhanya dan tidak mau mengakui kesalahanya.

menerobos-lampu-merah

Cerita kedua, Di pelototin bapak-bapak

Masih dalam satu perjalanan yang hampir sudah dekat dengan tempat kerja tinggal melewati satu lampu merah saja yakni di sebuah pertigaan di jakarta. Kejadian di saat saya antri di lampu merah setelah lampu hijau ya siap-siap jalan karena setelah lampu merah saya harus belok ke kiri maka saya ambil posisi paling kiri oke semua berjalan dengan baik walau dari arah kiri masih banyak motor yang menacapkan gas walau lampu sudah menyala merah.

Setahu saya kalau lampu dari arah saya hijau maka lampu dari sebelah kiri dan kanan pasti merah untuk memberikan kesempatan dari arah saya jalan. Di sini saya sudah menyalakan lampu sein untuk belok ke kiri namun karena ada beberapa motor masih menerobos lampu dengan kecepatan tidak terlalu pelan maka kepotong oleh saya yang meu belok ke kiri. Al hasil motor di kendarai bapak di belakang saya rem mendadak mungkin sambil kaget, namun saya tidak mendengar kalau ngomel. Kalau sampai insiden terjadi maka sekali lagi akan saya ajak ngopi bersama sambil nunjukin lampu kalau dari arah saya hijau berarti dari arah bapak ini merah harusnya berhenti.

Namun bapak ini berlalu saja sambil saya amati ternyata bapak ini masih melihat ke arahku sambil melotot mungkin bapak ini merasa paling benar dan kalau di ajak berdebat akan saya ajak ke kantor polisi sekalian. Padahal di situ juga ada petugas Dishub namun apalah daya mental dari pelanggar ya tahu sendirilah lebih beringas dari orang biasa. Entah mungkin sudah kebelet atau apa saya juga kurang tahu namun yang jelas kalau tidak ingin telat ya seharusnya berangkat lebih pagi. Jangan korbankan orang lain di jalan raya karena ke egoisan anda sendiri. Patuhi rambu yang ada, kalau di langgar ya siap saja sangsinya.

Bagi saya, kalau saya benar akan saya pertahankan terus dan saya tidak mau mengalah kepada para pelanggar seperti ini yang membuat saya muak dengan tingkah polah yang goblok macam ini. Semua ada porsi dan kesempatan masing-masing hormatilah orang lain maka orang lain juga akan menghormatimu. Kemacetan itu sendiri juga ulah dari kalian sendiri.

pelanggar

Comments»

1. satuaspal.com - October 5, 2016
orong-orong - October 5, 2016

endonesah

2. techtonime - October 5, 2016

makanya jangan heran klo negara lain udah ekspansi sampai planet mars, ngobatin kanker, bikin teknologi terbaru dll endonesia masih aja gitu² aja 😂😂😂

orong-orong - October 5, 2016

masih primitif, apalagi kalau hujan banyak manusia goa

3. Bro Ndes 94 - October 5, 2016

Ane kemarin geger ma orang. Krn masih lampu merah tp di klaksonin n dibleyer. Wkwkwk. Ane acungin jri tengah ke belakang. Orang madura semua.

orong-orong - October 5, 2016

lha iya itu, kadang kita benar malah kelihatan salah

orang awam - October 5, 2016

saya juga sering mas diklakson-klakson kayak gitu. yo tak jarne wae, cuek pura-pura ngga dengar. sekarang makin banyak org keblinger, tipe manusia yg sok di jalanan & ga mau taat aturan tp pada balik kucing kalau ketemu razia

4. sebarkan.org - October 5, 2016
orong-orong - October 5, 2016

sayang gak bawa bata

sebarkan.org - October 5, 2016

Hihihihi..lempar duit aja om lgs jinak..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: