jump to navigation

Tradisi nyadran di desa jlegong November 25, 2016

Posted by orong-orong in unik.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

nyadran-jlegong

OrongOrong.com

Hello sobat semua dimanapun anda berada, Kemarin hari kamis 24 November 2016 di dukuh jlegong kelurahan banyuurip kecamatan klego kabupaten boyolali mengadakan acara tradisi nyadran ke dua bulan safar. Acara nyadran sendiri diadakan di makam umum kelurahan banyuurip yang letaknya antara dukuh jlegong dan banyuurip. Makam ini di pakai oleh beberapa desa antara lain jlegong, banyuurip, kendal dan tlogosari.

Sudah menjadi ajang tahunan acara nyadran di kampung ini dan berbeda dari kampung lainnya karena di makam ini acara nyadran di lakukan 2 ( dua ) kali dalam setahun yakni pada bulan safar dan bulan ruwah ( sebelum puasa ). Kalau di daerah lain hanya di adakan sekali yakni pada bulan ruwah saja sedangkan bulan safar tidak ada, itulah uniknya acara di makam mbah eyang sumendi Amijaya.

nyadran

Apa itu nyadran?

Acara nyadran sendiri sudah ada sejak jaman dahulu dan turun temurun hingga sekarang dan sudah menjadi tradisi wajib di kampung jlegong. Acaranya pun sangat meriah dimana kebanyakan orang yang merantaupun di sempatkan pulang untuk mengikuti acara ini dengan maksud mendoakan para sesepuh, leluhur dan juga orang tua yang sudah meninggal terlebih dulu.

Bagi warga kampung jlegong tujuan nyadran sendiri adalah mendoakan para leluhur serta keluarga yang sudah meninggal dengan tidak ada paksaan sedikitpun karena ini murni tujuanya mendoakan orang yang sudah meninggal bukan meminta sesuatu kepada orang yang sudah meninggal. Bila ada yang bilang bid’ah ya terserah namun tujuan dari acara ini baik dan tidak ada unsur musyriknya.

nyadran-banyuurip

Acara nyadran sekarang ini di ambil hari kamis dimana waktu yang pas untuk ziarah kubur adalah hari kamis ( malam jum’at ), maka dari itu di putuskan bahwa setiap acara nyadran pasti jatuh pada hari kamis. Meski acara puncaknya hari kamis namun dari rabu malam sudah ada acara di makam yakni membacakan dzikir serta tahlil bagi para leluhur dan keluarga yang meninggal. Pada malam kamis biasanya tidak banyak orang karena acaranya malam maka yang datang biasanya para laki-laki dari anak-anak hingga orang tua.

Panitia pun sudah menyiapkan segala perlengkapannya mulai dari perlengkapan listrik, elektronik hingga konsumsi. Saat acara selesai pada malam itu maka di perbolehkan pulang kalau pun mau tidur di area makam juga tidak di larang. Lokasi makamnya sendiri memang jauh dari kampung seperti di hutan, namun bagi warga sana tidak ada rasa takut karena memang sudah biasa di sana.

nyadran-dukuh-jlegong

Acara puncak nyadran di lakukan pada hari kamis pagi kira-kira di mulai pada pukul 07.30 hingga selesai antara lain acaranya dzikir dan tahlil serta doa untuk para arwah, dilanjutkan dengan pengajian ( pengaosan ) oleh kyiai yang telah di undang sebelumnya oleh panitia. Setelah acara selesai maka di bagikan makanan serta snack kepada orang yang datang ke makam. Semua kebagian dan tidak ada yang tidak kebagian walau yang datang dari berbagai kampung lainnya. Setelah selesai ya mereka pada pulang kerumah masing-masing dan panitia pun merapikan kembali peralatan serta bersih-besih. Acara di lakukan di luar makam bukan di dalam area makam.

Memang seperti inilah acara nyadran di kampung jlegong yang di adakan setiap tahunnya guna menjaga tradisi, iman dan juga menjaga silaturahmi antar warga serta kampung. Meskipun ada iuran untuk acara tersebut namun warga dengan suka rela memberikan iuran dengan ikhlas tidak ada paksaan dan mereka juga menganggap sebagai amal. Sungguh saya rindu dengan acara ini di kampung, karena bisa berkumpul dengan sanak saudara duduk bareng dengan tujuan mendoakan orang tua, saudara serta para leluhur yang sudah meninggal duluan.

Mungkin sampai disini saya jabarkan mengenai acara nyadran di kampung kami semoga acara seperti ini akan tetap ada dan di pertahankan terus. Aku rindu gotong royong orang kampung yang penuh ikhlas dan keceriaan.

 

Comments»

1. Tradisi nyadran di desa jlegong — OrongOrong.Com | Suetoclub's Blog - November 25, 2016

[…] via Tradisi nyadran di desa jlegong — OrongOrong.Com […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: