Ternyata ini toh alasan naiknya biaya STNK dan yang lainnya

biaya-resmi-pembuatan-sim-dan-cara-urus-stnk-hilang

OrongOrong.com

Hello sobat semua, dimanapun anda berada. Kabar mengenai kenaikan biaya STNK dan yang lainnya kian panas saja, bagaimana tidak kenaikannya bisa sampai 3 kali lipat dari biaya sebelumnya. Waduh, kira-kira memberatkan tidak ya bagi masyarakat? dan jawabannya pasti jelas sangat memberatkan bagi orang yang kurang mampu, kalau orang kaya sich silahkan.

perbandingan-biaya-tarif-lama-dan-baru-pembuatan-stnk

Memang perbedaanya sangat signifikan sekali yang tadinya biaya untuk mengurus STNK hanya Rp.50rb saja dengan aturan yang baru bisa sampai Rp.100rb. Namun bukan tanpa alasan pemerintah menaikkan urusan biaya STNK dan lainnya pasti ada maksud dan tujuannya. Masa menaikkan biaya seperti ini tidak ada alasannya dan ternyata alasannya adalah “Untuk Investasi Keamanan Jalan “. Apa pula maksudnya itu? begini penjelasannya ;

“PNBP ini merupakan ‘Investasi Road Safety’. Kita melihat dari core function registrasi dan identifikasi seperti legitimasi, yaitu asal usul kendaraan dan kepemilikan kbm, pengoperasionalan kbm, kompetensi. Kedua fungsi kontrol yaitu penegakkan hukum sekaligus pendukung program (yang berkaitan dengan sistem elektronik),” jelas Kepala Bidang Pembinaan dan Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Polri, Kombes Chryshnanda Dwi Laksana, Selasa (3/1/2017), seperti dilansir dari detik.

“Ketiga untuk forensik kepolisian, dan terakhir pelayanan prima yaitu cepat, tepat, transparan, akuntabel, informatif, dan mudah diakses,” sambung Chrysnanda.

Berikut daftar kenaikan tarif PNBP di kepolisian:

1. Penerbitan STNK baru dan perpanjangan untuk motor atau roda tiga dari sebelumnya Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Sedangkan biaya penerbitan STNK roda empat atau lebih, baru dan perpanjangan dari semula Rp 75 ribu menjadi 200 ribu.

2. Pengesahan STNK roda dua atau roda tiga dari gratis menjadi Rp 25 ribu. Sedangkan untuk pengesahan STNK roda empat atau lebih sebesar Rp 50 ribu.

3. Penerbitan STCK untuk roda dua atau roda tiga tidak mengalami perubahan, yakni Rp 25 ribu. Sedangkan penerbitan STCK kendaraan roda empat atau lebih dari semula Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu.

4. Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) untuk roda dua atau roda tiga tidak mengalami perubahan, yakni sebesar Rp 25 ribu. Sedangkan biaya penerbitan TNKB untuk kendaraan roda empat atau lebih mengalami kenaikan dari semula Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu.

5. Penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) baru maupun penggantian untuk kendaraan roda dua atau tiga naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu. Sementara penerbitan BPKB baru/penggantian untuk kendaraan roda empat atau lebih dari semula Rp 100 ribu menjadi Rp 375 ribu.

6. Penerbitan surat mutasi ke luar daerah, untuk kendaraan roda dua atau tiga, dari Rp 75 ribu menjadi Rp 150 ribu. Sementara per bulan surat mutasi untuk kendaraan roda empat atau lebih dari semula Rp 75 ribu menjadi Rp 250 ribu.

7. Penerbitan STNK Lintas Batas Negara untuk roda dua atau tiba baik baru maupun penggantian, yang semula tidak dikenakan tarif menjadi Rp 100 ribu. Sedangkan untuk kendaraan roda empat atau lebih menjadi Rp 200 ribu.

8. Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) Lintas Batas Negara untuk roda dua atau lebih Rp 100 ribu, sedangkan untuk kendaraan roda empat atau lebih Rp 200 ribu.

So, sudah tahu kan sekarang ……………….. monggo yang punya uneg-uneg silahkan di keluarkan ………….

sumber ; PRFM

8 Comments

  1. Intinya itu apa cobtohnya begimane??
    Naik sewajarnya kan bisa ga sampe mak jlebb tar lama lama motor2 yg kliaran dijalan mati semua pajaknya gegara yg kaya gini. Kalo udh begini sapa yg bertanggung jawab?? Pemerintah or isis? Wkwk

  2. Beruntung yg masih bisa korupsi….
    Yg tdk bisa jangan korup…yg penting mobil dinas tiap tahun ganti,rumah dinas,spd,bonus dan dan tunjangan naik tiap tahun….

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*