Apakah honda CBR250RR sudah mentok tidak bisa di up lagi, tidak berani ikut balap nasional.

OrongOrong.com

Hello sobat semua, dimanapun anda berada. Gas tipis-tipis dulu dan mulai pemanasan nich. Sungguh aneh bin ajaib di ranah balap indonesia, ya ada pemain yang bisa di bilang paling besar dan gede dan punya segalanya dari pabrikan sayap sebelah. Katanya motornya paling superior tapi kok tidak berani balap nasional ya, padahal di situ hanya di huni pemain lama yang bisa di bilang lebih inferior ( katanya ). Why Honda CBR250RR tidak mau turun di kejuaraan nasional? takut kalahkah ……………….

Seperti kita ketahui kalau balap nasional kelas 250cc di kuasai yamaha lewat Yamaha R25 meski lawas namun sangat tangguh di ajang balap. Honda Maunya balap pakai spek standar, mesin standar, suspensi standar lha terus yang lain yang sudah menghabiskan banyak dana untuk riset gimana? Lha kalau mau balap apa OMR, namanya juga balap ada aturan yang jelas dan yang lain juga setuju dengan aturan itu dan ini honda mau bikin aturan sendiri. mending OMR aja sekalian ……………

Takut Kalah

Di setiap ajang balapan pasti ada menang dan ada kalah, dulu yamaha R25 waktu pertama kali ikut balap juga sering kalah namun dengan cepat kerja hingga membuahkan hasil menjadi juara terus. Ya memang seperti itu kalau mau menang ya tidak bisa singkat, harus melalui perjuangan maunya kok ikut terus menang dengan meghalalkan segala cara. apa bukan curang itu namanya. Nah kalau kalah kan memalukan punya nama besar, dana besar dan punya segalanya tapi kok kalah, itu yang tidak di inginkan mereka sehingga gengsi.

Apakah mesin Honda CBR250RR tidak bisa di up lagi?

Nah ini yang jadi pertanyaan, dunia balap pasti membuat mesin standart jadi kencang dengan berbagai part itu dunia balap. Lha kalau inginnya mesin standar berarti mesinnya sudah tidak bisa di naikkan lagi alias sudah mentok. Tidak bisa di upgrade lagi, mungkin masih bisa namun lihat dulu materialnya kuat apa tidak, kalau tidak ya jelas ambrol seberti beberapa kasus motor honda CBR yang mesinya jebol saat di race. So sangat riskan memang kalau ingin menaikkan power namun partnya kwalitasnya tidak mendukung alhasil pakai mesin standar. Alasan yang tepat bukan.

Tapi ya sudahlah tidak berani berkompetisi di dalam negeri malah ikut ARRC yang aturanya masih di bawah kejuaraan nasional. Bagaimana menurutmu? sampaikan di komentar ya…………..

17191164_1911642982399481_7153374941460028311_n

keep calm bang

28 Comments

  1. Kalau pribadi sih, lihat niatnya. Kalau ingin iklankan produk, ya, barang yang keluar dealer yang ditandingkan.
    Kalau niatnya pembibitan, ya, dibuat seperti moto 2. Spek disamakan.
    Kalau niatnya r&d, ya seperti balap saat ini.
    Kembali ke CBR, kalau mereka ingin spek standar, berarti niatnya iklan produk. Honda paham, dengan modif malah keperkasaan cbr tertutupi.
    Tapi ane malah nuduh honda cari alasan karena belum selesai riset?
    Tapi, emang lebih bagus kan kalau balap standar, asal jangan “standar”? Anyone?

  2. balap motor boleh pake force induction nggak sih? bule diluar sana biasa bikin evo atau civic yang cuma 2000cc jadi 600-800hp modal 2 turbo segede bola basket menyamai supercar yang 6000an cc…
    jadi klo udah mentok tunning mesin n/a, bisa tuh pke turbo (klo boleh)

  3. Aku tak komen …
    ayu ne jian bejo tenin kui dadi bojo ne …tak enteni rondomu lak yo gelem..wkwkwk
    balapan kok standart an..motogp wae ora standart..piye jal mbok di pikir..pikiiir..piiikiiiiirrrr

  4. Kalo ane sih nganggep positif thinking ya, riset balap itu ga ada habisnya, kalo mau fair fairan ya standar semua bagian mesin, trus ecu diseragamkan kayak motogp gitu lah, emang bener sih yg dijual kekonsumen kan part standar, mungkin maksud honda buat memperkecil dana riset jd tim tim kecil nggak berkecil hati, sama aja kayak superbike and motogp yg merupakan puncak dr teknologi motor misalnya toh mesin mereka ga bisa dikembangin selama semusim n ecu jg seragam

  5. ga bisa coment banyak.soal race pasti ada aturannya .kalo opiniku.mau race ya,ikut aturan main penyelenggaranya donk.

  6. Honda = AYAM SAYUR !!!

    Bisa juara cuma karena mengontrol regulasi.
    Tidak hanya di IRS, di ARRC & di MotoGP juga begitu.

    Tahun2 lalu maksa regulasi ARRC supaya CBR300 bisa ikut balapan 250cc.
    R25 datang, lihat, & menang.
    Honda mewek lagi, minta R25 dipasangi barbel.
    Tahun ini sukses lagi obok2 regulasi, semua harus standar pabrikan.
    Ini mengebiri tuner Asia.
    Kalau mau full standar aturan bikin kelas baru superstock 250cc.

    Dasar CULAS !!!

    Di WSBK, AMA Superbike, MXGP, karena tidak bisa memaksakan akal2an refulasinya, Honda paling jarang juara & paling INFERIOR.

    FAKTA !

  7. Heboh sesaat. Setelah itu …. Mentok jualan di 1000an unit. R25 waktu keluar 3 bulan pertama dapat ngejual 11ribu.. CBR250RR setelah 3 bulan bisa jual berapa ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*